Usai Gowes di Hari Ibu

| Jumat, 07 Februari 2014 - 14:22:57 WIB | dibaca: 2555 pembaca


Minggu, 22 Desember 2013 Kagem mengadakan acara liburan untuk adik-adik yang baru saja menerima rapor sehari sebelumnya. Seperti kebanyakan acara Kagem, acara ini pun menarik minat adik-adik. Acara yang diadakan KAGEM untuk kesempatan itu adalah sepeda ceria. Bagaimana acara tersebut...tentu saja meriah. Tapi, eits! Tidak akan saya bahas di sini. Mengapa? Karena saya sedang ingin mendeskripsikan sebuah momentum selepas acara sepeda ceria.

Setelah memastikan acara ditutup oleh Ketua Pelaksana (Kak Ika) dan adik-adik diantar pulang sampai ke gerbang Kagem, kami selaku panitia naik gazebo. Membentuk lingkaran yang tidak terlalu bundar sambil memakan apa yang sudah disediakan oleh Bunda Ayik. Yap! Waktunya briefing akhir. Ketika kami tengah mengevaluasi satu sama lain, datanglah satu rombongan tamu bersama Pakde Farid. Tidak berapa lama, briefing kami pun selesai dan rombongan tamu tersebut turut melingkar bersama kami.

Satu rombongan itu terdiri atas Bapak Syarief Puradimeja, Ibu Airin, dan Bapak Nurman. Mulanya, Pakde Farid segera mengondisikan situasi lepas briefing menjadi semacam jagongan yang dikemas dengan sangat santai. Pakde sendiri menempatkan diri sebagai Master of Ceremony (MC) sekaligus moderator yang memperkenalkan satu rombongan tersebut, kemudian menggulirkan kesempatan pada Pak Syarif untuk berbagi pengalaman.

Beliau menyampaikan beberapa pengalaman terkait dengan perjuangan beliau dalam membentuk komunitas yang peduli masyarakat. Bila boleh saya menuliskan beberapa poin penting yang telah disampaikan Pak Syarif dan dicatat oleh Kak Ika dalam sharing ini antara lain sebagai berikut.

1.    Hal penting yang perlu kita perhatikan dalam berkomunitas adalah mengembangkan kapasitas membangun jaringan serta interaksi dengan yang lain.

2.    Harus ada mimpi walaupun kecil dan selalu kreatif serta berkarya karena semua berawal dari yang kecil menjadi besar, dari yang sederhana menjadi istimewa.

Jika dikaitkan dengan Kagem sendiri, dua poin tersebut sangat relevan untuk menjadi kajian bagi kami yang tengah berusaha bergerak dalam salah satu bidang masyarakat, yaitu pendidikan. Tidak hanya itu, ketika momen sharing berlanjut, beliau juga menjelaskan bahwa membangun jaringan di sini adalah menarik beberapa orang yang berlainan bidang ahli untuk dapat saling melengkapi. Hal terpenting yang juga harus terus dijaga adalah kebersamaan dalam tujuan. Selama tujuan masih sama, selama itu juga jaringan dan interaksi dapat berjalan baik dan saling memperbaiki. (e.h/KagemYk)










Komentar Via Website :


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)