PEDULI BANJARNEGARA, DESA SUSUKAN 14 JANUARI 2015

| Rabu, 21 Januari 2015 - 08:09:42 WIB | dibaca: 2181 pembaca

Penyerahan bantuan Radio Transistor

Sesuai harapan dan rencana, pagi ini cerah dan seluruh persiapan telah selesai. Hari ini Rabu 14 Januari 2015 merupakan salah satu hari yang layak dituangkan dalam sebuah lembar tulisan agar dapat menjadi sebuah inspirasi dan media untuk saling berbagi. Setelah melakukan perjalanan Kagem peduli Banjarnegara yang pertama, kami langsung merencanakan untuk melakukan kunjungan Kagem peduli Banjarnegara yang kedua dan pada akhirnya hari Rabu lah yang menjadi hari yang tepat.

            Sebelumnya, ada keinginan untuk mempercepat kunjungan kedua yaitu pada hari Senin 12 Januari 2015 namun setiap rencana tidak terlepas dari kendala baik kecil maupun besar. Kendala kami kali ini yaitu masih kekurangan radio yang akan disumbangkan ke desa Susukan dan beberapa desa lainnya di Banjarnegara. Namun dengan usaha keras dari Bunda Ayik, radio pun telah terpenuhi sesuai jumlah yang direncanakan sehingga kami dapat berangkat pada hari Rabu seperti yang telah direncanakan.

            Pagi ini kami mulai dengan memasukan radio yang telah disiapkan dan sebelumnya telah diberi stiker kedalam mobil yang akan digunakan untuk berangkat ke Banjarnegara. Setelah segala persiapan beres berikutnya tinggal kami yang masuk satu persatu kedalam mobil. Tim Kagem peduli Banjarnegara kali ini berjumlah 6 Orang, mereka adalah bunda Ayik, bapak  Farid, Puja, pak Herly, dan pak Sinam (ketua Jaringan radio komunitas Indonesia) walau orangnya lebih sedikit dari pada kunjungan sebelumnya namun kami mempunyai semangat yang sama besarnya.

            Singkat cerita tepat pukul 07:00 WIB kami berangkat dari Kagem, dengan mengendarai satu mobil yang cukup tangguh untuk membawa kami semua. Pada kesempatan ini kami disetirin sama pak Herly , cukup kaget dengan gaya nyetirnya hingga dapat bikin kami seperti sedang menaiki kora-kora ha ha ha.

            Sesaat kemudia kami tiba di Magelang kemudian mampir sebentar dengan tujuan untuk mengisi BBM (Bahan Bakar Manusia) alias sarapan pagi di Kupat tahu H. Slamet. Dengan singkat kami menyantab sarapan pagi hari ini, bukan karena suka dengan kupat tahu tapi karena tuntutan perut kayaknya. Selesai sarapan tak menunggu lama kami langsung bergegas untuk melanjutkan perjalanan.

            Sembari melanjutkan perjalanan kami mencari baterai untuk radio yang kami bawa, karena sebelumnya kami belum membelinya di Yogyakarta. Sungguh tak terasa perjalanan telah berlangsung kurang lebih 3 jam sejak keberangkatan kami dari Kagem pagi tadi, sekarang kami telah menemukan baterai yang kami butuhkan.

            Selanjutnya kami akan menempuh perjalanan menuju Banjarnegara atau tepatnya ke lokasi posko media center. Kurang lebih 4 jam kemudian kami pun tiba di lokasi yang kami rencanakan, sedikit bercerita ditengah perjalanan menuju lokasi, kami sangat bersyukur karena diberikan kesempatan di siang hari ini meihat keindahan alam sekitar Dieng, cuaca terang dan cerah tanpa kabut sedikit pun. Kesempatan tersebut tidak kami sia-siakan, kami ambil dan kami abadikan baik video maupun foto.

            Sesampainya kami diposko media center kami pun melakukan selayang pandang singkat yang kemudian dijeda dengan dholat djuhur dimosholla yang berada tidak jauh dari posko tersebut. Jeda beberapa saat setelah menunaikan ibadah sholat kami pun bersiap untuk melakukan penyerahan radio secara simbolik kepada rekan posko media center.

            Ada pun penyerahan tersebut diwakilkan oleh Bunda Ayik, yang kemudian diterima oleh salah satu relawan yang berada di posko media center. Tidak lama acara penyerahan tersebut, hanya berdurasi singkat kurang lebih setengah jam, setelah acara tersebut kami bersiap-siap untuk meluncur membagi-bagikan radio kepada warga yang membutuhkan.

            Dua mobil saling beriringan, satu mobil kami dan satunya lagi mobil relawan dari posko media center. Mereka mengantarkan kami kedesa-desa yang mana mereka membutuhkan radio sebagai sarana informasi untuk mengetahui kalau ada peringatan longsor dan atau hanya sekedar menghibur diri disela kegiatan keseharian masyarakat korban bencana longsor.

            Susukan adalah desa pertama yang kami singgahi, yang pertama kami temui jelas yaitu ketua RT 1 Susukan. Di rumah bapak ketua Rt1 kami disambut dengan hangat dan dijamu dengan minuman yang dapat menghangatkan tubuh kami karena suhu udara disana sangat menusuk tulang. Tujuan utama kami kerumah ketua RT 1 yaitu meminta izin dan mengabarkan bahwa kami akan melakukan kegiatan membagikan radio.

            Setelah membagikan radio di RT 1 kami pun terus berjalan ke RT berikutnya dan seterusnya. Usai membagikan di beberapa RT dari desa Susukan kami berniat untuk pindah ke RT selanjutnya, namun ditengah perjalanan kami melihat dua rumah yang berada diatas tebing dan menyendiri. Kami pun berinisiatif untk menghantarkan radio ke rumah tersebut.

            Lincin dan basah tangga yang kami pijak untuk menuju rumah tersebut, betapa tidak karena anak tangga menuju rumah tersebut hanya berupa tanah yang dipangkas hingga membentuk tangga. Hujan mengguyur sehingga kami harus jeli memperhatian setiap langkah kami, perjalanan yang sebenarnya hanya dapat ditempuh sekitar 5-8 menit tapi rasanya setengah jam lebih.  

            Selepas dari sana kami melanjutkan beberapa RT lainnya namun tetap satu desa yaitu desa Susukan. keinginan ada untuk mengunjungi desa selanjutnya, namun banyak kendala yang harus ditempuh untuk melanjutkan perjalanan tersebut. Sehinga kami memutuskan untuk pulang kembali ke Yogyakarta karena hari sudah malam.

            Sebelum kembali pulang kami disuguhi makan malam, diposko media center kami pun makan bareng sekalian berpamitan. Tak terasa waktu terus berjalan, selepas waktu Isya kami memulai perjalanan pulang. Memang perjalanan agak sedikit terganggu karena hujan, beberapa dari kami agak kedinginan sehingga ada yang tidur, selimutan dan lain sebagainya.

            Pada puku 23:56 WIB kurang lebih kami telah datang kembali ke Kagem, lelah dan cape pasti ada ditambah hujan yang masih turun sampai sampai pagi namun semua itu terasa sudah terbayar karena terpuaskan dengan berbagi dan saling mengasihi kepada orang yang membutuhkan. Semoga semangat saling berbagi di Kagem tidak luntur dan terus mekar merekah disetiap waktunya.  Salam Berbagi Erista Utari :) 

           

           

            










Komentar Via Website :


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)