Melindungi Anak dari Kekerasaan

| Rabu, 03 Desember 2014 - 19:19:13 WIB | dibaca: 1868 pembaca

Dewasa ini, tindak kekerasan terhadap anak mulai dari perkosaan hingga penculikan telah menjadi ancaman di berbagai belahan dunia. Menurut survei WHO tahun 2002, dari 150 juta anak perempuan dan 73 juta anak laki-laki dibawah usia 18 tahun mengalami kekrasan seksual. Presentase kasus tertinggi terjadi di Afrika sebanyak 34,4%, sedangkan di Eropa sebanyak 9,2%, Amerika 10,1%, dan Asia 23,9% (WHO 2002). Masih menurut WHO, sekitar  20% perempuan dan 5-10% laki-laki  mengalami kekerasan seksual pada masa anak. Sekitar 25-50% anak mengalami kekerasan secara fisik (WHO 2010).

           Pornografi anak adalah salah satu bisnis yang berkembang paling cepat di dunia internet, tumbuh 150% per tahun pada dekade ini. US NCMEC (National Center for Missing and Exploited Children) menemukan 51 juta video dan gambar pornografi anak di internet (NCMEC 2011).

           Menurut Komnas Perlindungan Anak, di Indonesia pada tahun 2010 terjadi 2.046 kasus kekerasan pada anak, 42%-nya merupakan kekerasan seksual. Tahun 2011, dari 2.509 kasus kekerasan pada anak, 58%-nya merupakan kekerasan seksual. Kemudian pada tahun 2012, terjadi 2.637 kasus kekerasan pada anak, 62%-nya merupakan kekerasan seksual. Pada tahun 2013, terjadi 3.339 kekerasan pada anak, 52,5%-nya kekerasan seksual. Dan pada tahun 2014, dari bulan Januauri hingga April terjadi 459 kasus kekerasan seksual.

           Kekerasan terhadap anak akan memengaruhi perkembangan otak pada anak secara negatif dan bersifat permanen. Selain itu juga berdampak terhadap kesehatan dan psikologi  anak seperti gangguan makan, belajar, tidur, emosi, ketakutan berlebih, dan sikap anti sosial. Biasanya bingung dan tidak mengerti apakah yang terjadi benar atau salah, bingung menghadapi pelaku, dll. Lalu harus bagaimana?

 

  • ¬∑¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Life skill yaitu ketrampilan komunikasi, decision making, self management resourcefulness
  • ¬∑¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Nilai luhur
  • ¬∑¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Pengetahuan dan olah pikir
  • ¬∑¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Konsep diri yaitu percaya diri, penilaian diri, kesadaran diri, karakter, dan pengaruh lingkungan

 

           Untuk itu orang tua perlu mewaspadai apabila muncul beberapa tanda dengan intensitas sering pada anak. Tindak lanjut yang dapat diambil adalah dengan mengajak anak berkomunikasi lebih mendalam dan berusaha menggali apa yang sedang dialami oleh anak. Apabila terdapat gejala seperti itu diharuskan:

 

  • ¬∑¬†¬†¬†¬†¬† Mampu menggali apa yang disampaikan
  • ¬∑¬†¬†¬†¬†¬† Mampu untuk memahami apa yang disampaikan
  • ¬∑¬†¬†¬†¬†¬† Mampu mengambil kesimpulan
  • ¬∑¬†¬†¬†¬†¬† Mampu mencari solusi
  • ¬∑¬†¬†¬†¬†¬† Mampu membimbing

 

 

Semoga bermanfaat salam Eni Sukmawati Indah / IKOM UIN J










Komentar Via Website :


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)