Jejak RUBI di Pulau Bawean (Part 1)

Jejak RUBI di Pulau Bawean (Part 1)

| Selasa, 09 Februari 2016 - 15:14:07 WIB | dibaca: 1773 pembaca

Prolog

              Saat menapakkan kaki kembali di Pelabuhan Gresik – Jawa Timur masih ada rasa tidak percaya bahwa kami akan segera bersua dengan Pulau Bawean. Pun saat melihat kapal Gili Iyang sudah didepan mata, ada debar yang luar biasa. Tiga kali sudah rencana keberangkatan kami ke Pulau Bawean tertunda karena faktor alam yang tidak mendukung. Hingga pada akhirnya, awal Desember 2015 kami tim RUBI Bawean benar-benar bisa melaksanan misi kami. Misi untuk berbagi pengetahuan tentang pengelolaan taman baca dengan para pegiat Dhurung Elmo di Pulau Bawean.

Tentang RUBI dan Dhurung Elmo

              Ruang Berbagi Ilmu (RUBI) merupakan bagian dari Festival Gerakan Indonesia Mengajar (FGIM) 2015 yang kegiatannya bertujuan meningkatkan kapasitas penggerak pendidikan daerah melalui pelatihan dan pendampingan untuk berbagai tema materi. Kagiatan ini dilaksanan di beberapa wilayah di Indonesia yang menjadi penempatan Pengajar Muda dari Indonesia Mengajar (IM).

              Di Pulau Bawean, materi RUBI terkait dengan pengeloaan taman baca. Topik ini dipilih karena sejalan dengan inisiatif yang saat ini sedang dikerjakan oleh para Pengajar Muda (PM) dengan aktor lokal, yaitu Dhurung Elmo (DE). DE adalah sebuah inisiatif taman baca luar ruang yang bertempat di dhurung (sejenis saung khas Bawean). Para penggerak DE saat ini terdiri dari berbagai latar belakang, seperti ibu rumah tangga, guru, kepala sekolah, kader kesehatan dan kepala desa.

              Selain itu saat ini juga mulai bermunculan gerakan taman baca mandiri di Bawean (setidaknya ada dua taman baca baru dalam kurun 1 tahun terakhir). Melihat animo yang cukup baik dari masyarakat dalam usahanya untuk meningkatkan budaya membaca, maka disepakati bahwa topik manajemen taman baca sangat dibutuhkan bagi para penggerak; utamanya agar taman baca tersebut dapat terus aktif dan berkelanjutan—tidak berhenti di tengah jalan

 

Hei Bawean, Kami Datang!

              Jumat Pagi (4/12) sekitar pukul 5 aku bertolak dari rumah menuju kota Semarang. Bus PO Taruna bermesin Mercedes Bendz dengan tujuan akhir Semarang menjadi moda transportasi pilihanku. Memburu waktu jam 7 sampai di Semarang karena Dina, relawan RUBI Bawean asal Bekasi, diperkirakan sampai di Stasiun Tawang pada pukul 07.00 WIB. Rencana kami akan bertemu di terminal Terboyo Semarang, kemudian melanjutkan perjalanan ke timur via darat menuju Pelabuhan Gresik.

              Akhirnya kamipun bertemu di pintu masuk terminal. Bersama menanti armada bus yang akan menjadi senjata melawan jarak Semarang-Gresik. Waktu terus bergulir, penantian kami dibayar manis dengan munculnya kendaraan besar beroda enam, berbody Scorpion X garapan karoseri Tentrem. Bus PATAS ‘Indonesia’ tujuan akhir Surabaya siap di berangkatkan dari terminal Terboyo Semarang. Diatas seat adilla bercorak warna merah khas PO Indonesia, kami rebahkan badan untuk sekitar 8 jam kedepan. Menyusuri meter demi meter karpet hitam yang membentang disepanjang jalur pantura Semarang – Gresik. Melewati deretan kota Demak, Kudus, Pati, Rembang, Lasem, Tuban, Lamongan dan akhirnya finish di daerah Bunder, Gresik. 

              Angkot hijau dengan dua LCD kecil didalamnya menjadi moda transportasi kami berikutnya. Sekitar 20 menit perjalanan, turunlah kami di sebuah perempatan besar di kota Gresik. Begitu kami turun abang tukang becak berebutan mengais rejeki, menawarkan jasa angkutan bebas polusi yang mereka kemudikan. Secara halus kami tolak karena ada kewajiban yang harus kami tunaikan. Kami singgah di masjid yang tidak jauh dari perempatan tersebut.

              Setelah mengabarkan kepada tim relawan RUBI yang lain bahwa kami sudah mendarat di Gresik, kami melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan. Sepasang kaki kami menjadi penopang utama perjalanan kami menyusuri jengkal demi jengkal kota Gresik. Langkah kami terhenti di alun-alun kota Gresik, meeting point yang kami sepakati dengan relawan RUBI Bawean yang berangkat jumat sore via jalur udara dari Jakarta. Rasa lelah dan lapar yang mendera, membujuk kami untuk menikmati semangkuk Bakso dengan sajian khas Gresik. Baru pertama ini menemukan sajian bakso dengan kuah khas plus pake kecambah. Sepengalaman makan bakso di berbagai wilayah baru kali ini. Benar-benar beda. Ahehehe

              Menjelang sholat maghrib hapeku berdering, ada nomor baru memanggil. “Posisi dimana mas?”, suara dari speaker hape bergema. Ternyata mas Irwan, relawan Kelas Inspirasi (KI) Gresik sang pemilik suara tersebut. Alhamdulillah, dipertemukan kembali dengan mas Irwan dan mas Rafa yang sudah banyak membantu saat kedatangan kami di Gresik sebelumnya.

              Lanjut perjalanan ke Pelabuhan Gresik dengan dikawal oleh mas Irwan dan mas Rafa. Mampir dulu di warung Buk Marjani, membeli nasi krawu pesanan mbak Asta, relawan RUBI Bawean yang konon kabarnya menjadi Putri Indonesia Jawa Timur tahun 2005 (Waawww!).  Sampai di pelabuhan ketemu mbak Rida, relawan KI Gresik juga. Rumah mbak Rida yang berada di pusat kota, menjadi tempat persinggahan kami dalam perjuangan menyebrang ke pulau Bawean sebelum ini.

              Tak lama kemudian sebuah mobil Terios warna putih memasuki area pelabuhan Gresik, behenti tak jauh dari lokasi kami berdiri. Satu persatu penumpang Terios putih tersebut turun, dengan senyum lebar penuh keceriaan. Mas Tunjung, mbak Hety, mbak Asta, mbak NTW dan mbak Arie resmi bergabung dengan kami. Lengkap sudah tim RUBI Bawean yang siap berbagi pengetahuan tentang taman baca di pulaunya bidadari, pulau Bawean. Sebenarnya masih ada mbak Rita, mbak Ratna, mba Dini, Nisa dan Desi, namun mereka berhalangan ikut.

              Rasa bahagia dan haru menyelimuti kami. Hari yang selama ini kami tunggu tiba sudah. Syahbandar pelabuhan Gresik menginformasikan bahwa kapal Gili Iyang tujuan Pulau Bawean segera berlayar. 11 dus berisi buku untuk taman baca Dhurung Elmo sudah berada di atas kapal. Saatnya kami berpamitan dengan mas Rafa, mas Irwan dan mbak Rida. Pamit untuk menunaikan kewajiban kami. Bersama-sama menunaikan janji kemerdekaan untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

 










Komentar Via Website :


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)