Hari Pahlawan

BIMBEL INSPIRASI: Hari Pahlawan

| Selasa, 08 Desember 2015 - 15:15:04 WIB | dibaca: 3158 pembaca

Foto kegiatan Bimbel Inspirasi Hari Pahlawan

November, apa yang sering terlintas dipikiran kita saat orang lain mengatakan itu?. Mungkin saat ini orang kebanyakan mengatakan bahwa bulan ini adalah bulan hujan, bulan dimana air mulai tumpah ruah dan membuat dimana-mana basah. Namun, sebagai anak yang lahir di tanah air Indonesia, kita pasti tahu bulan November adalah bulan yang bersejarah, tepatnya tanggal 10 November 1945 dimulainya kembali pertempuran berdarah, banyak pahlawan gugur demi mempertahankan Indonesia agar tidak lagi dijajah.

Menurut sejarah, Bangsa Indonesia dijajah Belanda sekitar 350 tahun dan 3,5 tahun oleh Jepang, sampai akhirnya berhasil menyatakan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Pasca kemerdekaan, tepatnya tanggal 1 September 1945 ditetapkan bahwa bendera nasional Sang Saka Merah Putih harus dikibarkan diseluruh penjuru negeri. Namun, tanggal 15 September 1945 Belanda kembali datang ke Indonesia dengan membonceng tentara Inggris. Tanggal 18 September 1945 sekelompok orang Belanda mengibarkan bendera negaranya yang berwarna merah, putih, biru di depan Hotel Yamato (Sekarang Hotel  Majapahit). Pemuda Surabaya yang melihat hal itu tidak terima dan merasa bahwa Belanda telah menghina kedaulatan Indonesia.

Para pemuda Surabaya kemudian berkumpul di Hotel Yamato dan melakukan perudingan dengan Belanda agar Belanda menurunkan benderanya, namun perundingan ditolak dan terjadi keributan. Sebagian pemuda kemudian keluar hotel, menurunkan bendera Belanda lalu merobek bagian birunya, dan mengibarkannya lagi. Setelah peritiwa itu, terjadi pertempuran-pertempuran kecil antara Indonesia dan tentara Inggris. Singkat cerita, antara Indonesia dan Inggris kemudian melakukan kesepakatan genjatan senjata, tapi itu tak bertahan lama. Tanggal 10 November 1945 tentara Inggris melakukan serangan di kota Surabaya dengan menghancurkan gedung-gedung pemerintahan, mengerahkan sekitar 30.000 tentara, sejumlah pesawat, tank dan kapal perang. Inggris berpikir bahwa Kota Surabaya dapat ditaklukkan selama tiga hari, namun ternyata selama tiga minggu rakyat Surabaya berhasil mempertahankan kotanya sebelum akhirnya jatuh tangan ke Inggris. Pada pertempuran itu banyak pejuang Indonesia yang gugur, namun pertempuran itu pula berhasil menggerakkan rakyat di daerah lain untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Itulah sedikit kisah bulan November 70 tahun lalu. Kisah yang pasti diceritakan ketika di bangku sekolah, dan biasanya dalam pelajaran sejarah. Pelajaran yang kebanyakan murid-murid malas untuk memperhatikan. Karena itu, pada Minggu 29 November kemarin, Rumah Belajar Kagem mengadakan Kelas Inspirasi yang bertemakan tentang Pahlawan. Kelas hari itu berisikan tentang cerita 10 November 1945 di Surabaya dan kisah kepahlawanan daerah lainnya dari seluruh Indonesia. Awalnya adik-adik dan punggawa Kagem berkumpul di salah satu saung, disana Mas Alis bercerita mengenai sejarah mengapa 10 November dijadikan sebagai hari pahlawan dan ia memperdengarkan suara Bung Tomo yang sedang memberikan semangat perjuangan bagi rakyat Surabaya. Suara Bung Tomo terdengar menggelegar, membuat semangat tak pudar, untuk terus mempertahankan Kota Surabaya dan Indonesia tercinta.

Usai Mas Alis bercerita, kegiatan dilanjutkan dengan belajar mengenai cerita pahlawan dari Pulau Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Papua yang disampaikan oleh punggawa Kagem lainnya. Sistem penyampaian dilakukan dengan membagi peserta menjadi kelompok-kelompok, lalu dikisahkan secara bergantian pahlawan dari setiap pulaunya. Selanjutnya, untuk menguji apakah adik-adik paham dengan apa yang disampaikan oleh kakak pembimbingnya, maka dilakukan ujian yang dibungkus dengan permainan. Setelah belajar sambil bermain itu, kegiatan dilanjutkan dengan lomba memasukkan paku ke botol seperti yang sering dilakukan saat lomba 17 Agustus.

Sekitar pukul 11 siang, Kelas Inspirasi selesai dilakasankan. Akhir kegiatan adalah pengumuman hasil ujian dari masing-masing kelompok dan juara lomba memasukkan paku ke dalam botol. Hari itu juga diumumkan pemenang lomba menulis cerpen dan puisi yang telah diadakan minggu sebelumnya, yang menjadi juri lomba menulis adalah seorang penulis novel yang bernama Kak Riska. Pada hari itu Kak Riska tidak berkesempatan datang, namun Kak Riska menitipkan sebuah surat yang kemudian dibacakan oleh Bunda. Dalam suratya, Kak Riska mengatakan bahwa menulis adalah salah satu cara untuk mengekspresikan apa yang kita rasakan. Untuk bisa menulis, maka kita harus membaca. Membaca buku, karena buku adalah jedela dunia, dari sana kita bisa mengetahui apa saja. Selain buku, kita dapat membaca tulisan orang lain, dari sana kita dapat mengenal orang lain meskipun kita tak berjumpa dengannya. Surat dari Kak Riska ditutup dengan pengumuman siapa saja pemenang lomba menulis cerpen.

Setelah surat Kak Riska selesai dibacakan dan hadiah telah diberikan pada juara-juara lomba menulis cerpen kemudian disusul dengan pengumuman lomba mewarnai oleh mba Lyla, selanjutnya ditutup dengan pengumuman lomba menulis puisi yang diumumkan oleh kak Najih dengan diawali pembacaan puisi berjudulkan “Ibu”, kemudian setelah selesai membacakan puisi maka di umumkanlah pemenang dari lomba menulis puisi. Kemudian  acara hari itu ditutup dengan berdo’a bersama.

Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus bersyukur karena sudah berada dalam kondisi yang aman dan sepatutnya kemerdekaan yang ada ini kita isi dengan sesuatu yang bermanfaat. Rumah Kagem mengadakan Kelas Inspirasi bertemakan pahlawan ini salah satunya karena ingin memberitahukan adik-adik kita bahwa sejarah itu penting untuk diketahui, karena dengan tahu sejarah, kita tahu apa yang harus kita lakukan untuk masa mendatang. Kita yang hidup saat inilah yang melanjutkan estafet perjuangan, bukan lagi dengan senjata, namun dengan pikiran-pikiran kita yang dapat memajukan bangsa. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan menghormati jasa para pahlawan,” begitulah ungkapan yang sering kita dengar. Untuk itu, jangan isi kemerdekaan ini dengan malas-malasan, terus semangat belajar dan tingkatkan kepandaian, serta jangan lupa ajarkan lingkungan sekitar untuk melakukan kebaikan.

 

Siti Adinda_UPN jogja










Komentar Via Website :


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)