AGAR ANAK SUKA SEJARAH

| Selasa, 02 Desember 2014 - 16:02:10 WIB | dibaca: 4626 pembaca

by Jane on December 21, 2013 in Goal setting, Motivation

TIPS BELAJAR SEJARAH LEBIH MENGASYIKKAN BAGI ANAK

 

       Anak adalah aset masa depan yang berharga, maka dari itu penting mendidik anak dengan cara yang benar. Kita perlu mengetahui bagaimana seorang anak menerima pelajaran yang kita berikan maupun dari guru disekolah, karena setiap anak memiliki cara belajar sendiri-sendiri. Menurut Haryanto (http://belajarpsikologi.com/macam-macam-gaya-belajar/) Gaya belajar anak dapat kita lihat dari ciri-ciri sebagai berikut :

 1. VISUAL (Visual Learners)

       Gaya Belajar Visual (Visual Learners) menitikberatkan pada ketajaman penglihatan. Gaya belajar seperti ini mengandalkan penglihatan atau melihat dulu buktinya untuk kemudian bisa mempercayainya. Ciri-ciri gaya belajar visual ini yaitu :

  1. Cenderung melihat sikap, gerakan, dan bibir guru yang sedang mengajar
  2. Bukan pendengar yang baik saat berkomunikasi
  3. Saat mendapat petunjuk untuk melakukan sesuatu, biasanya akan melihat teman-teman lainnya baru kemudian dia sendiri yang bertindak
  4. Tak suka bicara didepan kelompok dan tak suka pula mendengarkan orang lain. Terlihat pasif dalam kegiatan diskusi.
  5. Kurang mampu mengingat informasi yang diberikan secara lisan
  6. Lebih suka peragaan daripada penjelasan lisan
  7. Dapat duduk tenang ditengah situasi yang rebut dan ramai tanpa terganggu

 2.  AUDITORI (Auditory Learners )

       Gaya belajar Auditori (Auditory Learners) mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami dan mengingatnya. Ciri-ciri gaya belajar Auditori yaitu :

  1. Mampu mengingat dengan baik penjelasan guru di depan kelas, atau materi yang didiskusikan dalam kelompok/ kelas
  2. Pendengar ulung: anak mudah menguasai materi iklan/ lagu di televisi/ radio
  3. Cenderung banyak omong
  4. Tak suka membaca dan umumnya memang bukan pembaca yang baik karena kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru saja dibacanya
  5. Kurang cakap dalm mengerjakan tugas mengarang/ menulis
  6. Senang berdiskusi dan berkomunikasi dengan orang lain
  7. Kurang tertarik memperhatikan hal-hal baru dilingkungan sekitarnya, seperti hadirnya  anak baru, adanya papan pengumuman di pojok kelas, dll

 3.  KINESTETIK (Kinesthetic Learners)

      Gaya belajar Kinestetik (Kinesthetic Learners) mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya. Ciri-ciri gaya belajar Kinestetik yaitu :

  1. Menyentuh segala sesuatu yang dijumapinya, termasuk saat belajar
  2. Sulit berdiam diri atau duduk manis, selalu ingin bergerak
  3. Mengerjakan segala sesuatu yang memungkinkan tangannya aktif. Contoh: saat guru menerangkan pelajaran, dia mendengarkan sambil tangannya asyik menggambar
  4. Suka menggunakan objek nyata sebagai alat bantu belajar
  5. Sulit menguasai hal-hal abstrak seperti peta, symbol dan lambing
  6. Menyukai praktek/ percobaan
  7. Menyukai permainan dan aktivitas fisik

       Setelah mengetahui bagaiaman cara belajar anak, kita akan mencoba menerapkan dalam hal pembelajaran sejarah yang

kebanyakan pendidik sulit untuk menyampaikan materi pelajaran sejarah agar lebih menarik dan tidak terkesan monoton bagi

anak didik. Berikut ini adalah cara-cara yang dapat di praktekkan oleh pendidik agar anak suka sejarah:

-      Pertama, menyampaikan sejarah lewat cerita pendek, biasanya metode seperti ini terutama untuk anak-anak usia sekolah dasar jauh lebih menarik daripada menceritakan secara saklek sesuai buku. Tentunya tidak hanya menyampaikan dengan lisan tetapi juga dengan gerakan-gerakan atau bahkan menggunakan boneka tangan seperti boneka unyil yang tentunya tidak asing bagi kita.

-      Cara yang kedua adalah mendramakan peristiwa sejarah tersebut. Biasanya seorang anak akan lebih ingat ketika dia memerankan sesuatu. Dengan adanya drama otomatis seorang pemeran akan membaca teks drama dan kemudian menghapal dan mulai tertarik mendalami peran tersebut dengan bertanya pada orang tua atau guru mereka.

-      Kemudian cara yang ketiga adalah metode mind mapping, mungkin bisa mengadakan lomba kelas membuat mind mapping dan mempresentasikannya. Metode ini merupakan cara belajaryang lebih menyenangkan, karena selain dengan menuliskan point-point penting, juga dapat menggambarkan pahlawan yang sedang di bahas sesuai tema.

-      Cara yang terakhir adalah dengan belajar di museum, tugu peringatan atau di candi-candi. Belajar diluar bagi anak-anak jauh lebih menyenangkan daripada belajar di kelas. Karena belajar di museum, tugu peringatan atau candi-candi anak-anak dapat dengan mudah memahami dan mengingat. Di samping dia mendengarakan guru atau guide menjelaskan suatu peristiwa, anak juga dapat melihat langsung bukti sejarah peristiwa masa itu. Demikian tips-tips yang dapat saya sampaikan kepada pembaca agar anak didik lebih mudah mempelajari sejarah dan jauh dari rasa bosan. Salam Cantri R Ramadhani

 

 










Komentar Via Website :


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)