Serunya Jadi Koki Sehari

| Minggu, 22 Desember 2013 - 18:51:11 WIB | dibaca: 2210 pembaca

Minggu, 24 November 2013 lalu, Kagem punya acara yang sangat seru. Acara tersebut adalah acara masak bersama. Tema memasak yang menjadi ketentuan di sini adalah “bahan makanan dari laut dan dari tanah” dengan anggaran belanja maksimal Rp15.000,00.

Jauh-jauh hari sebelum acara berlangsung, adik-adik bimbel sudah antusias mendaftar. Pada hari H terdapat 11 kelompok yang ikut acara masak bersama tersebut. Mereka diberi kebebasan untuk memberi nama kelompok masng-masing. Ada Kelompok Putih, Pelangi, Blue, Mas Lulung, Bougenvil, Elang Jawa, Macan Tutul ,Mawar, Kelompok apalagi, ya? Lupa saya. Sejak pukul 07.00 WIB mereka sudah berangkat ke markas Kagem (syemangat syekaliJ). Sebelum acara masak bersama dimulai, adik-adik diberi pengarahan dan permainan oleh kakak panitia.

Pukul 08.00 WIB acara masak dimulai. Seperti biasa, kami awali acara dengan doa bersama dan pembagian topi koki untuk kelompok yang mendapat gelomang pertama. Pada  gelombang memasak pertama ada 4 kelompok, sedangkan 7 kelompok lainnya menunggu gelombang memasak kedua dan ketiga dengan bermain games bersama Kak Utha.

Hampir semua kelompok pada gelombang memasak pertama menyajikan tumis kangkung yang dicampur ikan teri. Sedikit berbeda dengan yang lain meski masih berbahan makanan yang sama, kelompok Mas Lulung membuat semur kangkung. Ada juga yang memasak ikan Mas lho. Ketika ditanya apakah cukup dengan dana Rp15.000,00 membeli ikan Mas dan keperluan yang lain? Kelompok tersebut mengaku kalau ikan Mas itu mereka dapat dari orang tua mereka. Kira-kira...jawaban mereka seperti ini,“Aku minta sama Bapakku, Mbak. Jadi, uangnya cukup, hehe!” Baiklah, diterima karena mema tdak diharamkan kok untuk memanfaatkan bahan yang ada di rumah.

Ketika memasak, adik-adik bimbel ditemani oleh kakak pendamping. Jadi, selain seru-seruan masak bersama, adik-adik bimbel bisa menjadi lebih akrab satu sama lain J .

Sesi games disi oleh Kak Utha dengan semangat. Kak Utha mengajak adik-adik bermain “pesan berantai” yang melatih kekompakan, ketelitian, dan kesabaran. Kemudian, acara memasak dilanjutkan ke gelobang. Pada gelombang kedua ini, jenis masakan lebih variatif. Ada yang membuat masakan terong balado, sop, kentang dan jamur goreng serta perkedel udang. Tetapi, bisa dikatakab hampir secara keseluruhan adik-adik menumis kangkung, sehingga kalau boleh saya bilang sih, temanya jadi “perkangkungan” hehe.

Hari semakin siang dan tidak terasa perut sudah mulai lapar. Wangi masakan adik-adik sungguh menggoda iman. Tetapi karena belum semua kelompok selesai memasak, untuk pengganjal perut kami menikmati kacang rebus dulu.

Waktu menunjukkan pukul 11.00 WIB ketika semua kelompok sudah menyetorkan hasil memasak kepada kakak panitia. Acara makan bersama yang dinanti-nanti pun segera dimulai, yeeeeee!. Sebelum acara makan bersama dimulai, Kak Ika mengumumkan kelompok masakan terlezat, kelompok terkompak, kelompok penyajian terbaik serta kelompok terhemat.

Karena semua sudah tidak sabar dan kelaparan (curhat kakak panitia), sesi makan bersama pun dimulai. Sebelum akan, tentu saja kami berdoa terlebih dahulu. Setelah itu, adik-adik dengan sangat semangat menyantap makanan, baik hasil olahan sendiri maupun hasil olahan kelompok lain.

Dalam acara masak bersama tersebut, tidak ada yang menang atau kalah. Semua kelompok yang berpartisipasi adalah pemenang, yessss!!!. Mengapa demikian? Karena tujuan dari acara masak bersama ini adalah melatih adik-adik untuk belajar bekerja sama, bertanggungjawab, berkreasi, dan tentunya agar semua warga Kagem selalu kompak, semangat serta menginspirasi.

Eh, di akhir acara, saya, Fahmi, dan Mbak Raini mendapat kejutan tepung terigu dari teman-teman (selamat ultah buat kami :D). Tengkyuuu...dan yes banget! Tinggal dikasih telur trus masukin ke penggorengan. Jadi deh Wedus Goreng. Hehe, salam semangat dan sukses selalu.

See you, sampai ketemu di acara seru berikutnya, yaaaa  :D

 

@ikawe_duss.










Komentar Via Website :


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)