BIMBEL INSPIRASI

“Hari Pendidikan Nasional”

| Selasa, 31 Mei 2016 - 18:11:34 WIB | dibaca: 1850 pembaca

kebahagiaan bersama kakak dan adik2 KAGEM

Raden Mas Soewardi Soeryaningrat atau lebih dikenal dengan Ki Hajar Dewantara adalah sosok pahlawan pelopor pendidikan Indonesia. Beliau adalah pendiri Taman Siswa yaitu suatu lembaga pendidikan yang memberi kesempatan bagi rakyat pribumi untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti para priyayi maupun orang-orang Belanda. Berkat jasa beliau, saat ini pendidikan adalah hak seluruh rakyat Indonesia, tidak dibedakan berdasarkan jenis kelamin, status sosial, agama, maupun ras. Rakyat Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang layak karena dengan pendidikan inilah, generasi penerus bangsa dapat ikut andil dalam memajukan negaranya.

Bertepatan dengan bulan Mei yang merupakan bulan kelahiran Ki Hajar Dewantara, bimbel inspirasi kali ini mengangkat tema Hari Pendidikan Nasional. Bimbel inspirasi dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 22 Mei 2016 di Gazebo Kagem. Ada 5 pos dalam bimbel inspirasi bulan Mei ini. Pos pertama adalah pos yang akan mengajak adik-adik mengetahui sosok Ki Hajar Dewantara dengan cara yang mengasyikan. Cara yang mengasyikan? Apa ya? Penasaran kan? Yap, pada pos ini, kakak Punggawa akan memutarkan film animasi Ki Hajar Dewantara yang berdurasi kurang lebih 6 menit. Setelah penayangan film ini, adik-adik diberikan pertanyaan seputar film tersebut. Pertanyaan ini bertujuan mengetahui tingkat pemahaman adik-adik dari cerita film tersebut. Jika jawaban mereka belum tepat, kakak punggawa akan memberitahukan jawaban yang benar dan menjelaskan kembali pada adik-adik.

Selanjutnya adalah pos 2, pada pos ini adik-adik kagem diberi tantangan untuk menyusun huruf yang diacak menjadi kalimat utuh yang berkaitan dengan Patrap Trialoka dan Tiga Serangkai. Patrap trialoka adalah tiga semboyan yang menjadi panutan di dunia pendidikan Indonesia sampai saat ini yaitu “Ing ngarsa sung tulodo, Ing madyo mangun karsa, dan Tut wuri handayani” yang berarti di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, dan di belakang memberi dorongan. Adik-adik harus berpikir dan bekerjasama dengan teman satu kelompoknya untuk menyusun jawaban yang tepat. Berikutnya adalah pos 3, masih mengangkat tema pendidikan, adik-adik diminta untuk mengambil bendera dengan mata tertutup dan hanya ada satu komando dari satu kelompok yang tidak ditutup matanya. Mereka harus percaya terhadap satu komando dan yakin dengan instruksi sang komandan. Setelah adik-adik mengambil bendera, mereka diminta menjawab pertanyaan tentang Ki Hajar Dewantara. Pos ini mengajarkan kepercayaan, kerjasama, dan kekompakan.

Pos berikutnya adalah pos paling simpel, namun banyak makna yang terkandung di dalamnya. Pada pos ini, adik-adik harus mengangkat botol minum yang sudah diisi air menggunakan slayer dengan posisi botol tegak. Pesan moral pada pos ini adalah membuat adik-adik saling menghargai sesama teman, tidak egois dan saling bekerjasama. Penanaman nilai moral dan budi pekerti sangatlah diperlukan untuk menghindari penyelewengan norma di masyarakat. Miris sekali melihat berita akhir-akhir ini tentang penyelewengan tindakan di dunia pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan tidak hanya pelajaran formal saja, namun diperlukan pendidikan moral yang akan mengajarkan calon penerus peradaban bangsa untuk membedakan mana tindakan yang baik dan mana tindakan yang buruk.

Pos terakhir adalah pos 5, pos ini memberikan kebebasan pada adik-adik untuk menulis cita-cita dan harapan untuk masa depan. Ada yang spesial dari pos ini, karena tulisan adik-adik akan diterbangkan dengan balon udara agar keinginan dan harapan mereka suatu saat nanti benar-benar menjadi kenyataan. Sebelum pelepasan balon, kami berdoa terlebih dahulu, agar cita-cita kami tercapai.

Acara bimbel selanjutnya adalah pembagian hadiah. Di sela-sela pembagian hadiah ini, adik-adik diajak bergoyang bersama untuk melepas penat dan bosan. Setelah itu dilanjutkan sesi foto bersama dengan adik-adik dan kakak punggawa. Senang rasanya melihat senyum dan tawa dari adik-adik ini, hal inilah yang membuat kami akan terus berjuang untuk pendidikan. Tanggung jawab pendidikan bukan hanya guru di sekolah ataupun kementerian pendidikan, namun tanggung jawab semua pihak yang peduli terhadap kemajuan bangsanya. Teruslah maju pendidikan Indonesia. Teruslah berkarya dan majukan pendidikan Indonesia wahai pemuda.

 

 

                                                                                      Nazula Rahma Shafriani










Komentar Via Website :


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)